Parlemen Inggris Dibubarkan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

KORANPENELEH.ID – Parlemen Inggris resmi dibubarkan menjelang pemilihan umum yang akan digelar lima minggu lagi. Sebanyak 650 kursi di House of Commons dan House of Lords akan tetap kosong hingga pemungutan suara pada tanggal 4 Juli mendatang.

Perdana Menteri Rishi Sunak menyerukan pernyataan yang mengejutkan pekan lalu. Ia mengatakan bahwa sekarang adalah saatnya bagi Inggris untuk memilih masa depannya dan memutuskan apakah mereka ingin melanjutkan kemajuan yang telah kita capai atau mengambil risiko kembali ke titik awal dan tidak ada kepastian.

Dilansir dari Asia Today, Sunak yang telah memimpin negara itu sejak Oktober 2022 menyebut penurunan inflasi dan keluarnya negara dari resesi awal tahun ini sebagai pencapaian utama kabinetnya. Lebih lanjut, ia menyebut hanya pemerintahan konservatif di bawah kepemimpinannya yang tidak akan membahayakan stabilitas ekonomi yang telah dicapai oleh Inggris Raya.

Di sisi lain, sumber-sumber pemerintah mengatakan kepada The Guardian bahwa perdana menteri dibujuk untuk terus melanjutkan pemungutan suara karena situasi ekonomi kemungkinan tidak akan membaik dalam beberapa bulan mendatang.

Para analis memperkirakan Partai Buruh yang dipimpin oleh Keir Starmer akan mengalahkan Partai Konservatif yang telah berkuasa sejak tahun 2010. Partai Tories tertinggal dalam jajak pendapat sejak akhir tahun 2021. Menurut pelacak jajak pendapat BBC, jika pemilu diadakan pada hari Rabu (29/05), Partai Buruh akan memenangkan 46% suara, sementara Partai Konservatif hanya memperoleh 24%.

Baca juga: Donald Trump menjadi Presiden Amerika Serikat Pertama yang Dihukum karena Kejahatan

Pengumuman pemilu sela yang dilakukan Sunak menyusul kekalahan terburuk Partai Konservatif dalam pemilu lokal dalam 40 tahun pada bulan Mei lalu. Pemungutan suara tersebut mengakibatkan Konservatif kehilangan 474 dari 985 kursi dewan, sementara Partai Buruh memperoleh 186 kursi dan Demokrat Liberal 104.

Partai yang berkuasa juga menghadapi eksodus anggota parlemen, dengan 77 anggota Partai Konservatif mengatakan mereka tidak akan mencalonkan diri kembali di tengah peluang sukses yang kecil pada pemungutan suara tanggal 4 Juli nanti.

Starmer berjanji kepada para pemilih bahwa dia akan menghentikan kekacauan yang diciptakan oleh Partai Konservatif. Sunak dan Starmer akan berusaha mencetak poin satu sama lain dalam debat yang dimulai pada hari Selasa (04/06) dan akan disiarkan secara langsung.

Pemungutan suara mendatang akan menjadi pemilihan umum pertama di Inggris yang memerlukan identifikasi pemilih. Paspor, SIM, atau tanda pengenal lainnya dengan foto harus ditunjukkan untuk memberikan suara. (ABK/Red)

Sumber: Asia Today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *