DIKSARNAS XVIII Momentum Wujudkan Aksi Keumatan

koranpeneleh.id- Pendidikan Dasar Nasional (DIKSARNAS) Aktivis Peneleh XVIII akan menyuguhkan diskusi-diskusi menarik guna diwujudkan dalam aksi keumatan. Hal ini disampaikan oleh Zulfa Ilma Nuriana, Sekretaris Aktivis Peneleh Nasional dalam panel bersama Miftahul Amir, Aktivis Peneleh Regional Jombang.

“Sebagai pemuda yang berintelektual, kita jangan egois. Kesampingkan kepentingan pribadi, lalu prioritaskan kepentingan bangsa. Berikan kontribusi dan manfaat bukan hanya formalitas,” tutur Zulfa.

Indonesia tidak akan berubah lebih baik pada 2022 jika tidak ada tranformasi kesadaran warganya terlebih dahulu. Wajah Indonesia akan tetap sama dengan tahun 2021 apabila kesadaran individu jauh dari nurani pemuda bangsa. Perlu digarisbawahi, bahwasanya tidak ada jalan pintas untuk memulihkan peradaban bangsa.

“Harapan Indonesia yang merdeka adalah visi bersama. Karenanya, tahun 2022 mestinya menjadi momen kebangkitan bagi bangsa Indonesia.

Panel yang diadakan Yayasan Peneleh Jang Oetama (YPJO) itu mengangkat tema  “2022 Tahun Kebangkitan! Bagaimana peran pemuda menghadapi dan merespon realitas secara merdeka?” lanjutnya.

Miftahul Amir mengingatkan pemudalah yang seharusnya bergerak. Namun, kebanyakan pemuda bersifat profit oriented-enggan melakukan sesuatu jika tidak ada keuntungannya.

Realitasnya, kebanyakan mahasiswa mengikuti kegiatan hanya karena sertifikat. Hal itu menyebabkan pergeseran nilai nilai perjuangan seorang pemuda. Konsolidasi menjadi dasar kita untuk mencapai impian. Tidak hanya merengek ingin menjadi Indonesia emas, tetapi benahi apa yang salah dari bangsa.

“Sayangnya, pemuda saat ini malah kehilangan ruh perjuangannya,” kata Dewan Kebudayaan Peneleh ini. (Atta Rofita/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.