Pendudukan Taliban di Ibukota Afghanistan

KORANPENELEH.ID- Minggu, 15 Agustus 2021. Taliban menduduki ibukota Afghanistan, Kabul. Setelah sebelumnya menduduki wilayah-wilayah penting di Afghanistan seperti Kandahar dan Herat. Pendudukan ini semakin mudah dilakukan Taliban usai Amerika Serikat dan NATO menarik diri pada Juli 2021 sebagai tindak lanjut perjanjian kesepakatan damai antara AS dan Taliban pada Februari 2020.

Pendudukan ini ditanggapi oleh Ashraf Ghani, presiden Afghanistan dengan meninggalkan diri demi keamanan warga Kabul agar tidak terjadi pertumpahan darah, sebagaimana dilansir dalam unggahan resmi Facebooknya.

Juru bicara resmi Taliban, Mohammed Naeem menyatakan dalam wawancaranya di Al Jazeera TV bahwa perang telah berakhir. Ia juga mengatakan bahwa Taliban tidak menghendaki Afghanistan terisolasi dan segera mengumumkan bentuk pemerintahan baru.

Sebagaimana dilansir dari Reuters, pendudukan Taliban menimbulkan kegaduhan dan kekhawatiran di kalangan warga Afghanistan maupun warga negara asing. Ada yang bersembunyi, melarikan diri dari rumah, dan menyegerakan diri untuk pergi dengan pesawat.

Kekhawatiran yang timbul ialah terkait diterapkannya hukum syariah dan sanksi-sanksinya oleh pemerintahan Taliban. Selain itu, masa depan perempuan Afghanistan turut dikhawatirkan. Salah satunya seperti pernyataan Sekjen PBB, Antonio Gutteres yang menaruh perhatian khusus kepada masa depan perempuan dan anak perempuan di Afghanistan.

Oleh Naeem, ia menyampaikan bahwa Taliban akan menghormati hak-hak perempuan dan kelompok minoritas, dan juga kebebasan berekspresi dilandasi hukum Syariah. (Red)

Sumber: Reuters

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.